Artikel

DEPRESI DI KALANGAN REMAJA

Di masa-masa pencarian jati diri, banyak hal yang mulanya tak tampak dari remaja menjadi kasat mata dihadapan orang tua dan lingkungan sekitarnya. Perubahan sikap kerap ditemui dalam diri mereka. Yang mulanya dekat dengan keluarga dan cenderung terbuka, perlahan menjunjung tinggi privasi.

Masa remaja memang terlihat menyenangkan, karena di masa itu tidak perlu memikirkan pekerjaan dan sebagainya. Pada masa remaja, mungkin lebih banyak menghabiskan waktu untuk sekolah dan bermain dengan teman. Namun, tahukah anda jika remaja justru rentan mengalami depresi?


Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan bahwa depresi adalah penyebab utama dari penyakit dan kelemahan fisik pada anak lelaki dan perempuan usia 10 hingga 19 tahun.

Definisi depresi menurut psikologi adalah gejala dan sindroma perasaan sedih yang bersifat psikopatologis yang disertai hilangnya minat, meningkatnya rasa lelah dan berkurangnya energi (Kusumanto:1981).

Mengapa remaja mengalami depresi? 
Beberapa penyebab terjadinya depresi pada remaja adalah :
  • Masalah dalam pendidikan
Tuntutan akademis dan berbagai ekspetasi dari orang tua bisa menyebabkan seorang remaja menjadi stres dan tertekan. Misalnya tekanan dari orang tua dan guru untuk mendapatkan nilai yang bagus diseluruh mata pelajaran. Bahkan beberapa orang tua ada yang membatasi semua bentuk hiburan dan memaksa anak-anak mereka belajar dengan keras.
  • Kepercayaan diri yang rendah
Perubahan bentuk tubuh karena pubertas, pentingnya menjalin pertemanan, ekspetasi orang tua, hingga sekedar timbulnya jerawat dapat memengaruhi tingkat kepercayaan diri pada remaja. Kepercayaan diri yang rendah, minder dan rasa tidak mampu bersaing dapat membuat remaja mengalami stres dan depresi.
  • Tekanan sosial
Bagi kebanyakan remaja, menjadi populer merupakan suatu hal yang diimpikan. Tak jarang, berbagai upaya mereka lakukan untuk meraih popularitas atau setidaknya terlihat keren diantara kelompoknya. Pengaruh media sosial juga menjadi penyebab tinggi resiko remaja memiliki tekanan mental akibat persaingan yang dapat berujung pada stres dan depresi.
  • Masalah percintaan
Remaja adalah masa transisi perkembangan fisik dan mental yang terjadi dari masa anak-anak menuju dewasa. Ada yang mengatakan cinta remaja hanyalah cinta monyet. Tapi nyatanya banyak remaja yang menjadi labil dan patah hati seolah dunia runtuh saat putus cinta.


Ciri-ciri remaja yang mengalami depresi
Ketika remaja mengalami depresi, mereka akan kehilangan motivasi dan semangat dalam melakukan aktivitas sehari-hari, bahkan terhadap apa yang ia sukai. Mereka juga akan kehilangan nafsu makan, kesulitan tidur, kesulitan konsentrasi dan mengingat, apatis, merasa sedih, cemas, putus asa, cenderung melakukan hal negatif, bahkan memiliki keinginan untuk bunuh diri.

Upaya pencegahan depresi pada remaja
Beberapa cara yang dapat dilakukan untuk mencegah depresi pada remaja antara lain :
  • Jaga hubungan pertemanan
Hubungan pertemanan yang positif dapat membuat remaja percaya diri dan membantunya tetap terhubung dengan lingkungannya.
  • Berfikir positif
Dengan berfikir positif, remaja akan terhindar dari pikiran negatif yang akan membuatnya merasa sedih atau kecewa.
  • Peran penting orang tua
Orang tua yang baik akan menganjurkan anaknya untuk membicarakan kekhawatiran mereka sejak dini dan selalu mendengarkan dan menawarkan bantuan. Para remaja memerlukan bantuan orang dewasa yang penuh kasih sayang dan mencurahkan cinta, serta menunjukkan pengertian padanya.
  • Mendekatkan diri kepada Tuhan Yang Maha Esa
Kita selaku umat yang beragama, tentu harus selalu meminta pertolongan dan juga perlindungan kepada Tuhan Yang Maha Esa dengan terus berdoa, selalu menjalankan perintah dan menjauhi larangan Nya.

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Teks Editorial

Esai